ketuaSekembalinya saya dari WC, betapa terkejutnya saya. Kenapa?? Karena saya dipilih menjadi ketua MSC. Salah satu hal yang ga bisa dibayangkan oleh seorang handra. Dengan sedikit keraguan di hati, saya memutuskan untuk menjalaninya.
Setelah mendengar keputusan itu, hampir tiap harinya saya kembali bergumul dengan diri sendiri. Dengan keberadaan, hidup, tantangan, dan semua yang selalu saya hadapi saat mau mengambil keputusan. Pergumulanku hanya menanyakan kelayakan seorang handra untuk melayani Tuhan di ladang yang begitu besar itu. Dan itu menjadi pegumulan tebesarku pada tahun 2007 kemarin.
Dengan menyiapkan hati dan pikiran, saya menjalani MSC ini. Rapat demi rapat pun dilalui, dan akhirnya MSC pun berakhir. Cepat sekali! Dan tidak terasa air mata ini mengalir dengan sendirinya. Ku menangis. Ya, air mata yang keluar beriringan dengan sebuah perasaan yang melanda hati ini. Tak terungkapkan.
Aku menyadari beberapa hal, ga! Banyak hal! Yang membuatku semakin bersyukur atas keberadaanku di MSC 2008. Tuhan mengajarkanku banyak sekali hal, terlalu banyak untuk seorang handra dan terlalu tak layak bila ku bayangkan. Lewat MSC, Dia menghancurkan bejana hidupku, dan membentukku menjadi bejana yang lebih indah. Ku dicelikkan kembali.
Saat kita menjadi seadanya dan memberikan diri kita se apaadanya kepadaNya, hal yang tak pernah disangka adalah apa yang Dia berikan sebagai balasanNya atas semua yang telah diberikan. Dia memberikan semua jawaban yang selama ini selalu saya pertanyakan, dan tidak hanya berhenti disitu saja. Tidak hanya memberi jawaban, tetapi Dia juga menunjukkan jawaban tersebut tepat di hadapanku. Di depan mata ini. Yang membuat seorang handra hanya bisa takluk dan berlutut untuk bersyukur kepadaNya, syukur yang tak terungkapkan hanya dengan berlutut dan menangis.
Rupanya... Tidak hanya berhenti di MSC saja. Tidak selesai begitu saja.
Dia bekerja bahkan lebih di dalam hidupku ini. Pertama kalinya di dalam hidup ini, aku merasakan betapa derasnya anugerah yang Dia berikan. Dia menyediakan segalanya, segalanya.
Sekarang, walaupun tetap terlihat dan dinilai sebagai seorang handra yang sama seperti dahulu, aku adalah orang yang berbeda di dalam. Dan aku tak perlu siapapun untuk mengakui hal itu, karena Dia sudah mengakuinya.
Thx Lord.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar