23 Maret, 2008

A little bit about the way i think

( Ini bukan kondisi saya saat ini )

Di kehidupan yang sedang saya hadapi, saya menemukan banyak hal - hal yang tak hanya membuatku kecewa terhadap diri sendiri, tetapi juga kepada Gereja dan Tuhan. Pada awalnya, saya benar- benar adalah orang yang rindu buat mengenal, apalagi melayani Tuhan. Dua tahun pertama kulewati tanpa merasa ada yang berarti dari pelayanan yang kuberikan. Saya, dan saya rasa Tuhan sendiri juga belum puas melihat apa yang telah kulakukan. Ku memutuskan untuk kembali melayani di tahun ketiga. Tahun yang terasa begitu panjang dan amat sangat berat.

Di tahun ketiga, kekecewaan saya sudah mencapai puncaknya. Saya menemukan berbagai kenyataan yang menyakiti hati saya terhadap komunitas dan juga terhadap gereja. Sebuah realita yang ga pernah saya bayangkan terjadi di hadapan saya, seolah - olah menuntut saya untuk menjadi saksi nyata kehidupan yang sebenarnya. Kehidupan yang harus dihadapi beserta kenyataannya.

Dengan hati yang pahit dan penuh dengan kekecewaan, ku menjalani kehidupan tersebut hanya dengan setitik harapan kecil. Harapan akan perubahan yang dibuat oleh seseorang untuk mengubah segalanya.

Kepercayaan menjadi hal yang sulit untuk diperbuat. Rahasia merupakan pengetahuan umum. Sebuah pandangan yang sama yang dimiliki oleh semua orang. Sebuah pandangan yang kacau, yang mengaduk - aduk pikiran setiap orang dan mencuci otak mereka yang kemudian menanamkan prinsip - prinsip hina. Semua orang sudah mulai menjadi sama atau apakah aku yang salah??

Komunitas menjadi seperti sebuah padang gurun yang selalu dirindukan adanya sebuah oasis olehku. Aku sendiri kah yang hanya merasa haus? Atau.. Setiap orang di dalam komunitas tersebut yang sudah mulai pasrah dan tidak berani bertindak, sehingga mereka hanya bisa duduk dan membiarkan diri mereka dibawa oleh arus tersebut.

Beberapa orang menyadarinya dan tidak tahu harus berbuat apa. Sebagian tak tahan, dan meninggalkan komunitas tersebut untuk mencari komunitas yang lebih baik lagi. Beberapa hanya menjadi kelompok orang - orang yang acuh tidak acuh terhadap apa yang mereka lihat ( walaupun mereka tahu ). Sebagian kecil, atau mungkin hanya 1 atau 2 orang, berjuang mati - matian dengan hasil yang selalu sia -sia. Dan saya adalah salah satu korban dari apa yang ada.

Ku buka kembali lembaran hidupku yang lama, dan mencari bagian dimana aku bisa bangkit kembali dari keterpurukan dan bagaimana caraku waktu itu. Dan kutemukan satu titik terang. Apa yang menjadi fokus utamaku disini?? Apa??

Beberapa orang kecewa dengan gereja karena komunitasnya, karena keadaan atau ketidakberadaan orang - orang yang bisa mendukung dirinya. Sebagian lagi secara tidak sengaja menyaksikkan kemunafikan dari orang - orang yang tak pernah mereka sangka, dan tanpa berpikir panjang langsung meninggalkan komunitas ini. Sebagian kecil dikecewakan oleh orang - orang ( seseorang ) yang amat mereka percaya ataupun mungkin yang amat mereka cintai. Kepedihan yang mereka hadapi melebihi dan mendominasi pikiran mereka sehingga membuat mereka melupakan tujuan utama mereka bergereja. Dan bisa saja memang kalaupun tujuan awal mereka bergereja sudah salah, lebih mudah lagi membuat mereka meninggalkan komunitas ini.

Saya pernah dikecewakan, saya pernah kehilangan kepercayaan, saya pernah sakit hati, dan saya pernah dikucilkan karena keberadaan saya. Dan saya juga menyaksikkan beberapa orang menghadapi hal - hal yang sama telah meninggalkan komunitas ini agar tidak mengalami kejadian yang sama lagi. Saya juga menyaksikkan beberapa kejadian yang mungkin semua orang tidak tahu ( atau pura - pura tidak tahu ). Hal - hal yang membuatku bisa dengan sendirinya menitikkan air mata. Bukan karena korbannya adalah diriku karena memang bukan diriku, tetapi karena kenapa hal seperti itu bisa terjadi.

Continued..

Tidak ada komentar: