
26 Maret, 2008
Still Fresh Released!! Kamen Rider Kiva.

23 Maret, 2008
A 'lil Bit ( Part 3 )
Emi Fujita - IF
If a picture paints a thousand words,
Then why can't I paint you?
The words will never show
the you I've come to know.
If a face could launch a thousand ships,
Then where am I to go?
There's no one home but you,
You're all that's left me too.
And when my love for life is running dry,
You come and pour yourself on me.
If a man could be two places at one time, I'd be with you.
Tomorrow and today, beside you all the way.
If the world should stop revolving
spinning slowly down to die,
I'd spend the end with you.
And when the world was through,
Then one by one the stars would all go out,
Then you and I would simply fly away
Ni lagu entah kenapa enak banget di denger, walupun teksnya rada aneh, aku berasa mengerti maksud tiap kata - katanya. ^^
Ceritanya nih sedang sok jadi orang dewasa yg terus - menerus mikirin masa depan keluarga dan masa depan sendiri. Selalu memikirkan keadaan orang tua yang walaupun kedua - duanya masih sehat - sehat saja. Sekarang jadinya berat tiap kali melihat apap yang harus pagi - pagi bangun dan bekerja, juga amam yang kadang harus bekerja sampai larut malam. Sedih banget pas melihat adik setengah hidup berjuang untuk mencapai keinginannya sedangkan saya sendiri tidak bisa berbuat banyak untuknya. Dan terus menerus berusaha buat memotivasi diri sendiri untuk secepat mungkin bisa mencapai dan melakukan segala hal agar bisa membahagiakan semua orang yang disayangi.
Wih! Ga berasa cicilan motor punyaku sudah tinggal setengah tahun lagi untuk dilunaskan, setelah itu...!!! Harus nabung bung bung!! Biar paling engga punya uang buat jaga - jaga. Ato yang buat tujuan di masa depan nanti ( nikah.red ).. ^^
Tahun ini menjadi tahun yang penuh dengan berkat dan juga menjadi tahun yang amat berat untuk dijalani. Kenapa?? Karena ga setiap masalah yang datang juga bisa aku hadapi sendiri, dan saat menghadapi itu malah ga da orang buat pegangan selain ortu. Yang paling aku benci tuh ( sebenarnya sih ga benci, cuman berasa aneh aja ), Tuhan itu yah!! Huh! Selalu ngasih hal - hal yang terduga buat aku. Pas lagi males - malesnya pelayanan ( lagi ga pengen gt ), eh malah di 'sambit' dengan begitu banyak pelayanan yang diminta ke aku. Argh!!! Rada stress, tapi ujung - ujungnya malah bersyukur banget. Whew.. Ga nyangka banget orang kaya handra ini dipakai secara luar biasa banget buat Dia. Padahal aku aja nganggep diri sendiri tuh ga bisa ngapa - ngapain. Ha5x..
Yang paling banyak berubah dari aku apa yah?? Hmm... Jadi lebih ga egois x yah, dulunya suka nuntut ini itu ke sono sini, sekarang lebih mao mikirin kebaikan orang yang di sono sini. Lebih pasrah kalo Tuhan kasih jalan yang berat banget 'n jadinya bikin aku berserah banget ama Dia dan tentunya dengan keyakinan setelah jalan itu dilewati, ada banyak berkat yang bisa aku dapatkan. Dan aku merasakan banget berkat - berkat itu. Udah ga peduli lagi apa kata orang tentang aku sendiri, yang penting, aku terus menerus melakukan yang terbaik, bukan untuk dilihat orang lain, tetapi untuk dilihat Dia ( untuk Dia ). Saat orang merasa salah dalam menilai orang lain, saat itu juga Tuhan mengajarkan mereka sesuatu. Sesuatu yang seringkali orang lain anggap lebih penting untuk dilihat dan dinilai.
Argh! jadi kepanjangan!!
....
Perasaan sunyi terasa seperti menghujani hati ini. Entah apa yang hilang, entah apa yang pergi. Segalanya sudah ga bisa dibayangkan lagi untuk tahu apa yang membuatku begini. Terlalu pedih untuk dibayangkan.
Kedua tangan ini seolah - olah menggapai udara yang tak dapat dipeluk.Hati ini hanya dipenuhi kepalsuan dengan menganggap diri bahwa ada yang menutupi kekosongan tersebut. Kepalsuan yang akhirnya pecah.
Kubayangkan segala harapan yang telah sirna dibalik sebuah senyuman yang semakin menjauh.
Walaupun bodoh, ku selalu berharap.Seseorang yang tahu kemana kan ku pergi bila ku sepi, dan menghampiriku dengan menawarkan kehangatan kasih.Seseorang yang datang dan menepuk pundakku sambil berkata, "Ada aku disini.. ^^."Seseorang yang berani menatap mataku dalam - dalam dan mendesakku untuk bisa mengatakan segalanya. Segalanya.Seseorang yang mampu merenggut kesunyian hidupku ini dan menanamkan segala keindahan yang telah hilang dari hidupku.Seseorang yang kan mengusap - usap rambutku sambil berkata, "Kau mampu, karena aku akan selalu disini bersamamu."
Ku tahu itu tak mungkin, dan ku tetap berharap.Salah kah?? Biarkan, aku tahu apa yang ku lakukan dan ku tetap berharap.Bodoh memang, tapi bagaimana lagi?? Lebih baik saya mengharapkan sesuatu yang tak mungkin daripada membiarkan diri menjalani sesuatu yang belum ku dapatkan.
Ku membayangkan indahnya dunia fantasi, dimana persahabatan terlihat amat erat dan cinta terlihat begitu indah.
Ku sekarang mengerti kenapa banyak orang - orang 'bodoh' mengharapkan hal - hal yang tak mungkin terjadi di dunia nyata.
Sama sepertiku, mereka bukannya tidak tahu kalau itu tidak mungkin. Mereka bukanlah orang - orang bodoh yang tidak bersekolah ataupun tidak berpendidikan.Mereka hanyalah orang - orang yang memiliki cinta, harapan, dan mimpi yang besar yang tak tercapai. Dan bagi mereka, lebih baik terus berharap, mengharapkan hal - hal yang tidak mungkin daripada menatap ketidakmungkinan yang terus menghantui hidup mereka.
In memoriam,Handra ( his happy side ).
A lil bit.. ( part 2 )..
Dari penampilan kali yah?? Seperti yang teman - teman sering lihat. Aku ga pernah peduli dengan penampilan. Syarat dari aku cuman nyaman dipake. Ha5x..Di rumah, sebelum pegi kemana - mana selalu diocehin ma amam, soalnya pake baju asal - asalan. Ada satu hari, aku diajak pegi ntn ma temen2 n makenya celana pendek n baju kaos biasa ( karena mikirnya, kalo ga nyaman, ga enak ntnnya, rugi! ). Belum sempat ngeluarin motor dari rumah da kepergok amam. @.@Jari telunjuknya langsung mengacung ke kamar sambil menyuruhku untuk ganti baju laen. Ha5x.. Udah jadi kejadian yg rutin terjadi tiap weekend.
Satu rahasia lagi, sebenarnya aku tuh ga suka pake celana panjang. Ha5x..
Rambut! Argh! Untungnya aku punya rambut yg sama sekali ga gampang lengket n bau. Seminggu ga keramas jg rambut tetep ga bau. Ha5x.. Tapi jgn takut! Aku selalu keramas dengan rutin + ga penah ketombean.
Ngomong - ngomong soal rambut, mungkin pada sering liat suka garuk - garuk y?? Itu bukan gatel!!!!!!!!! Itu emang hobi. ( hobi yg aneh.. ). Suka garuk - garuk n usap - usap rambut sendiri. Ha5x.. Tar kalo da pny pcr jd tambah. Ha5x..
Di rumah... Aku menjadi org yg 200%. Koq bisa?? Yah... Soalnya namanya jg di rumah sendiri, gilanya jd 2x lipat. Ha5x.. Tanya aja babon seberapa gila engkonya. Ha5x... Suka ( jgn ngmg ke sapa2 yah ) nari2 sendiri... Nyanyi ga tau tempat, guyon tanpa batas ampe maksa org ketawa. Ha5x.. Guyon ampe orang minta berhenti karena mereka ketawa tanpa henti. Gaya2 aneh.. Akting, ngerjain ade2 n bonyok ( bneran! ). Ha5x..
Kamarku ga usah dibahas lagi, kaya kapal nabi nuh pecah 500 bagian. Ha5x.. Soalnya kalo lagi kepikiran sesuatu, pengen ditulis terus inget cari di buku mana ato apa, langsung d obrak abrik kamar. Ha5x..
Jeleknya nih... Kalo lagi serius bikin sesuatu, ga boleh di ganggu. Bisa2 dicaci maki. Ha5x.. Ade2ku dah belajar tau kapan blh becanda, kalo di depan komp n ga lagi maen game or bc komik, pasti ga brani ganggu. Ha5x..
Cukup... Cukup... Tar ga da yang mao deket2 lg ma aku. Ha5x..
About my personality.. Hmm..Ga da yg bae x yah?? Yang mgkn masih aku syukuri sih... Ga pernah mao mikir jelek soal org laen sampai emang bener tahu. Hehe.. So, everybody is EXCELLENT 4 me.
Sebenarnya aku punya pola berpikir yg rumit ( yg kata beberapa orang terlalu dalem ). Padahal kebalikannya, ga mao pusing2 mikir macem2. Tapi nih otak napa yah?? *Splak! Handra slap right at his head*
Sombong yah!!!! Ember.... *smirk*
Jadi, masih ada yng mao jd temen orang sombong??? *silent...*T__________T
Aku belajar satu hal dari buku don't sweat dan malah bikin sesuatu yg baru dr pengaruh buku itu.
Don't sweat the small stuff, buku yg bae banget agar kita bisa lebih fokus ke hal - hal yang lebih besar dan penting. Hal - hal kecil jangan selalu dipermasalahkan seolah - olah itu adalah hal yang besar. He2..
Udah ah!
A little bit about the way i think
Di kehidupan yang sedang saya hadapi, saya menemukan banyak hal - hal yang tak hanya membuatku kecewa terhadap diri sendiri, tetapi juga kepada Gereja dan Tuhan. Pada awalnya, saya benar- benar adalah orang yang rindu buat mengenal, apalagi melayani Tuhan. Dua tahun pertama kulewati tanpa merasa ada yang berarti dari pelayanan yang kuberikan. Saya, dan saya rasa Tuhan sendiri juga belum puas melihat apa yang telah kulakukan. Ku memutuskan untuk kembali melayani di tahun ketiga. Tahun yang terasa begitu panjang dan amat sangat berat.
Di tahun ketiga, kekecewaan saya sudah mencapai puncaknya. Saya menemukan berbagai kenyataan yang menyakiti hati saya terhadap komunitas dan juga terhadap gereja. Sebuah realita yang ga pernah saya bayangkan terjadi di hadapan saya, seolah - olah menuntut saya untuk menjadi saksi nyata kehidupan yang sebenarnya. Kehidupan yang harus dihadapi beserta kenyataannya.
Dengan hati yang pahit dan penuh dengan kekecewaan, ku menjalani kehidupan tersebut hanya dengan setitik harapan kecil. Harapan akan perubahan yang dibuat oleh seseorang untuk mengubah segalanya.
Kepercayaan menjadi hal yang sulit untuk diperbuat. Rahasia merupakan pengetahuan umum. Sebuah pandangan yang sama yang dimiliki oleh semua orang. Sebuah pandangan yang kacau, yang mengaduk - aduk pikiran setiap orang dan mencuci otak mereka yang kemudian menanamkan prinsip - prinsip hina. Semua orang sudah mulai menjadi sama atau apakah aku yang salah??
Komunitas menjadi seperti sebuah padang gurun yang selalu dirindukan adanya sebuah oasis olehku. Aku sendiri kah yang hanya merasa haus? Atau.. Setiap orang di dalam komunitas tersebut yang sudah mulai pasrah dan tidak berani bertindak, sehingga mereka hanya bisa duduk dan membiarkan diri mereka dibawa oleh arus tersebut.
Beberapa orang menyadarinya dan tidak tahu harus berbuat apa. Sebagian tak tahan, dan meninggalkan komunitas tersebut untuk mencari komunitas yang lebih baik lagi. Beberapa hanya menjadi kelompok orang - orang yang acuh tidak acuh terhadap apa yang mereka lihat ( walaupun mereka tahu ). Sebagian kecil, atau mungkin hanya 1 atau 2 orang, berjuang mati - matian dengan hasil yang selalu sia -sia. Dan saya adalah salah satu korban dari apa yang ada.
Ku buka kembali lembaran hidupku yang lama, dan mencari bagian dimana aku bisa bangkit kembali dari keterpurukan dan bagaimana caraku waktu itu. Dan kutemukan satu titik terang. Apa yang menjadi fokus utamaku disini?? Apa??
Beberapa orang kecewa dengan gereja karena komunitasnya, karena keadaan atau ketidakberadaan orang - orang yang bisa mendukung dirinya. Sebagian lagi secara tidak sengaja menyaksikkan kemunafikan dari orang - orang yang tak pernah mereka sangka, dan tanpa berpikir panjang langsung meninggalkan komunitas ini. Sebagian kecil dikecewakan oleh orang - orang ( seseorang ) yang amat mereka percaya ataupun mungkin yang amat mereka cintai. Kepedihan yang mereka hadapi melebihi dan mendominasi pikiran mereka sehingga membuat mereka melupakan tujuan utama mereka bergereja. Dan bisa saja memang kalaupun tujuan awal mereka bergereja sudah salah, lebih mudah lagi membuat mereka meninggalkan komunitas ini.
Saya pernah dikecewakan, saya pernah kehilangan kepercayaan, saya pernah sakit hati, dan saya pernah dikucilkan karena keberadaan saya. Dan saya juga menyaksikkan beberapa orang menghadapi hal - hal yang sama telah meninggalkan komunitas ini agar tidak mengalami kejadian yang sama lagi. Saya juga menyaksikkan beberapa kejadian yang mungkin semua orang tidak tahu ( atau pura - pura tidak tahu ). Hal - hal yang membuatku bisa dengan sendirinya menitikkan air mata. Bukan karena korbannya adalah diriku karena memang bukan diriku, tetapi karena kenapa hal seperti itu bisa terjadi.
Continued..
Puisi di waktu... Part 7
Palsu
Ku bangun dan ku bingung
Haruskah ku bersyukur akan hari yang baru?
Ataukah ku harus meratapi kejamnya hidup?
Ku terdiam dan termenung
Senyumku sudah tak tulus lagi
Kebaikanku hanyalah kedok belaka
Tawaku bukan tuk menyenangkan hatiku
Bantuan dariku hanya tuk keperluanku saja
Setiap kata-kataku mengandung banyak arti
Setiap kata-kataku sudah tak murni lagi
Setiap ekspresiku mengharapkan imbalannya
Setiap ekspresiku memiliki tujuannya
Uluran tanganku membuatku lebih dikenal
Keramahanku membantu usaha dari keinginanku
Hati kecilku hanya menjadi sebuah hiasan
Tiada yang nyata lagi
Puisi di waktu... Part 6
Kehilangan
Ku Menatap Hari Depan Dengan Susah Payah
Ku Menjalani Hari – hari Dengan Hati Sunyi
Ku Kehilangan Sesuatu
Sebuah Harapan Kosong Yang Terlihat Nyata
Sebuah Mimpi Belaka Yang Menatap Hidupku
Sebuah Kehilangan
Ku Tahu Apa Yang Terhilang
Ku Tahu Apa Yang Harus Kutemukan
Tetapi Semua Sudah Terlambat
Ingin Ku Berusaha Kembali
Tetapi Ku Tak Layak Berharap
Ku Tidak Layak Merasa Kehilangan
Ku Bukanlah Sesuatu Baginya
Hatiku Berteriak Menggapai – gapai
Tak Bisa Kulakukan Satu Hal Pun
Ku Membisu Di Hadapannya
Kenapa Sebuah Kehilangan Harus Menyakitkan?
Kenapa Harus Menyakitkan?
Ku Hanya Bisa Meratapinya.
Puisi di waktu... Part 5
Love
Ku tersenyum menatap wajahnya
Menyengir menatap kepolosannya
Dan tertawa melihat kelucuan ekspresinya
Duduk dihadapanya sudah cukup membuat hati tenang
Menatapnya merupakan kebahagiaan tersendiri yang tak terungkapkan
Menggenggam tangannya melengkapi hidupku
Jitakannya bagai sebuah stempel tanda sayang
Jewerannya menyalurkan sebuah peringatan dalam kehangatan kasih sayang
Dan menggenggam tangannya melengkapi hidupku
Mendengar ocehannya menggetarkan hati
Mendengar nasihatnya menyegarkan jiwa
Senyumnya membuatku melupakan segalanya selain perhatiannya
Puisi di waktu... Part 4
Percaya
Tak tahu lagi siapa yang harus ku percaya
Semua orang yang datang…
Seolah – olah hanya dengan perasaan ingin tahu
Membawa hati mereka yang penasaran
Ku mencoba tuk menghiraukannya
Ku coba tuk mempercayai
Dan ku coba tuk menceritakan segalanya
Dengan apa adanya, dengan segenap hati
Kutumpahkan semua perasaan dan emosiku
Setiap ekspresi dan emosiku kuluapkan dengan jujur
Hatiku hanya bisa berharap
Sebuah harapan akan datangnya respon
Harapan tuk dibantu
Harapan yang rupanya kosong
Ku terduduk diam sambil berpikir
Semurah ini rupanya arti kepercayaanku
Hanya seperti sebuah cerita saja hidupku
Hanya tuk didengar
Ku bungkam mulutku, Ku bungkam ekspresiku
Ku memilih diam dan membisu
Menghindari segala interaksi
Dan kudapati sunyinya hidup
Puisi di waktu... Part 3
Puisi ini ku buat saat menjelang natal. Awalnya.. Seorang teman menyuruhku membuat puisi bertemakan natal untuk ditaruh di buletin ( mading ) di gerejanya yang sayangnya akhirnya kelupaan dan ga jadi di taruh. Aku ditegur oleh puisi yang kubuat sendiri ini, dan menyadari banyak hal lagi. Thanks Lord.
Natal??
Apa Itu Natal??
Sinterklas dengan perutnya yang buncit??
Dan kegembiraan karena hadiah yang dibagikan??
Atau…
Kegembiraan di balik Lahirnya Kristus Yesus??
Merayakan kelahirannya??
Bersenang – senang dan bersukacita??
Baca ini baik – baik….
Saya Yesus Dan Saya Lahir..
Sepanjang Hidup,…
Ku Tahu Apa Yang Harus Ku Hadapi
Ku Tahu Apa Yang Harus Ku Lakukan
KelahiranKu menurunkan derajatKu menjadi manusia
Sejak lahir Aku sudah tahu kapan Aku akan meninggal
Saya tahu dan Saya tidak boleh mencegah hal – hal yang akan terjadi
Dan sepanjang hidupKu, Ku harus menghadapinya
KelahiranKu Merupakan awal dari penderitaanKu
Ku harus tegarkan hati menatap murid - muridKu
Murid yang Ku tahu akan mengkhianatiKu
Murid yang Ku tahu akan MenyangkalKu
Dan sepanjang hidupKu, Ku harus tegar.
Tegar menunggu pengkhianatan dan penyangkalan tersebut terjadi
Kalian boleh bersukacita karena keselamatan yang Ku berikan
Tetapi Saya hanya meminta satu hal
Renungkan juga,
Apa yang akan Saya hadapi setelah kelahiran Saya
Selama kehidupan Saya
Rasakan tekanan mental yang Ku hadapi,
Bayangkan kau sebagai diriKu
Dan Saya yakin anda akan lebih bersukacita dan bersyukur
Karena Saya lahir untuk anda semua
Puisi di waktu... Part 2
Dalam hati ku bertanya…
Hidup seperti apa sih yang akan ku hadapi nanti??
Akan menjadi seperti apa aku ini??
Ku menatap ke dalam diriku dalam dalam dan menemukan kekecewaan…
Kekecewaan di balik kenyataan bahwa aku tidak bisa berbuat apa – apa….
Aku hanya penghalang bagi yang lain.
Aku hanya sebuah batu loncatan bagi yang lain.
Aku hanya alat dan hanyalah sebuah alat.
Aku hanya mie instant yang selesai digunakan dibuang.
Aku hanyalah sampah..
Ku terpuruk dan terdiam… Kuterpaku melihat indahnya hidup orang lain.
Ingin ku berteriak.. Menjerit… Memekikkan semua isi hatiku kepada semua orang.
Dan ku pendam.. Dalam.. Ke dasar hati hidupku.
Belum puas kah ku diberi hidup yang seperti ini?? Puih!! Beryukur pun ku tak mampu lagi.
Apakah aku harus bersyukur sambil menatap senyuman orang – orang yang menginjak – injak ku??
Apakah aku harus tersenyum melihat perbuatan jahat dari orang baik??
Tidak ada itu pun aku sudah tak ingat lagi bagaimana caranya bersyukur.
Ku tersenyum di balik banyaknya tujuan - tujuan dan harapan – harapan kosong.
Seyuman seseorang bagaikan duri dari setangkai mawar. Indah dilihat, kejam di dalamnya..
Tak pernah bisa ku menganggap itu sebuah senyuman yang murni lagi.
Puisi di waktu...
Ku berlari dan mencoba menggapai indahnya hidup.
Ku mempercepat langkahku tuk mendapatkan penghargaan orang.
Ku membawa segalanya tuk bisa membantu siapapun.
Ku mengorbankan seluruh hidupku demi sebuah pengakuan.
Dan kusadari semuanya tidak berarti…
Ku berjalan menatap sekelilingku.
Ku menatap langkah orang – orang.
Ku menatap gerakannya, Ku menatap matanya dan mendapatkansesuatu.
Aku berbeda…
Tatapan tersebut… Pandangan tersebut… Mata tersebut...
Seperti meneriakkan sebuah kalimat pengasingan.
“Untuk apa orang itu ada disini?!”
“Mau ngomong apa lagi dia kali ini?!”
Tertunduk dan diam.
Berbicara bagaikan meloncat ke dalam jurang keterasingan.
Bertindak membuat keterdekatan semakin menjauh.
Setiap hal yang ku lakukan bagaikan bumerang yang akan kembali menyerang diriku.
Ketua MSC?!!
Rupanya... Tidak hanya berhenti di MSC saja. Tidak selesai begitu saja.
Dia bekerja bahkan lebih di dalam hidupku ini. Pertama kalinya di dalam hidup ini, aku merasakan betapa derasnya anugerah yang Dia berikan. Dia menyediakan segalanya, segalanya.
Sekarang, walaupun tetap terlihat dan dinilai sebagai seorang handra yang sama seperti dahulu, aku adalah orang yang berbeda di dalam. Dan aku tak perlu siapapun untuk mengakui hal itu, karena Dia sudah mengakuinya.
'Lil bit about me
Sesorang yang tetap berharap akan ada orang yang bisa mengerti dia walaupun kenyataannya memang tidak ada ada seorangpun yang bisa mengerti dia sepenuhnya. Seseorang yang mengharapkan kehidupan yang indah, walaupun dia tahu dan telah menghadapi beratnya hidup itu. Seseorang yang berjuang untuk memperbaiki banyak hal yang sebenarnya dikarenakan kesalahan orang lain dalam menilai dirinya. Seseorang yang dibuat pusing oleh otaknya sendiri dan berusaha mengendalikannya. Orang yang berusaha berpikir positif dibalik banyaknya kenegatifan yang menerpa. Seseorang yang berusaha tersenyum walaupun tahu apa yang telah dilakukan orang itu kepadanya. Seseorang yang berusaha tegar dibalik air matanya yang terlihat murahan. Seseorang yang mencari cinta dan menemukan penilaian objektif dari semua orang yang akhirnya membuatnya jatuh pasrah. Seseorang yang berusaha mencintai secara tulus, berharap dengan pasti, dan membayangkan segala keindahan memiliki sebuah cinta, dicengkram oleh belenggu image dan kenangan masa lalu. Jatuh, dan melihat cinta seperti sebuah cahaya yang tak tergapai yang semakin menjauhinya. Keindahan yang telah berlalu berubah menjadi sebuah harapan kosong. Harapan seolah - olah seperti barang mahal yang tak terbeli. Semua usaha, perhatian, bantuan, yang diberikan sepenuh hati, tampak sebagai sebuah tujuan terselubung bagi orang lain. Dan semuanya meninggalkan dia.....
Sebuah ketukan, "tok tok tok!!" ( Hmmm... hal yang biasa. )
Sebuah ketukan yang keras, "DOk Dok DOk!!!" ( Ada apa ini??!! )
Dan saat membuka pintu hatinya. Dia melihat tangan, banyak sekali tangan, bahkan semua yang ditatapnya hanyalah tangan. Tangan - tangan yang menggapainya, seolah - olah tangan - tangan dari orang - orang yang kelaparan berebut makanan yang sedang dibagikan. Tangan - tangan dengan sebuah papan yang tergantung dengan tulisan "care". Saat cahaya menghilang dari hatinya, kehangatan datang menggantikan kegelapan tersebut. Tidak perlu selalu ada cahaya, tetapi saat kehangatan datang, dia sendirilah yang bisa bercahaya. Tak sanggup menahan tarikan - tarikan dari banyaknya tangan, diapun ditarik. Keluar, lepas, dan melihat. Setiap tangan tersebut menyentuh setiap bagian di hidupnya. Tangan yang menghapuskan air mata, tangan yang membelai rambutnya dengan sebuah kasih sayang, tangan yang menepuk pundaknya dan seolah - olah berkata, "Tegarlah!", tangan yang merangkulnya dengan kasih seorang sahabat, tangan yang menggandengnya bersama menghadapi 'badai', tangan yang menopangnya disaat dia jatuh, tangan yang menjewer kupingnya untuk mengingatkannya, tangan yang menggenggam erat tangannya, dan akan datang sebuah tangan yang memegang dadanya dan berkata, "Aku menyayangimu". Kemudian sebuah tangan yang terlihat amat tidak asing datang dan menggenggam keseluruhan dirinya. TanganNya.
Dia mengingat kembali bahwa segala sesuatu tentunya memiliki sebab akibat. Berharap itu baik, tetapi berharap tanpa bertindak adalah seperti sebuah mimpi di siang bolong. Sama seperti bernyanyi di WC tanpa ada yang tahu bahwa kamu bisa bernyanyi.
Continued...
Dear Apap...
When i see you everyday, i just see a handsome and kind father. Never ever imagined what had you did to me in my past. How you treated me, how you punished me, how you made me hated you so much. It still can be seen the scar on my foot when you punish me using the belt. How i felt very scared to met you. Looking at you made me sick. Making me never stayed at home. But now, i see a very kind man. Standing in front of me. With your gentle smile and very great jokes. But one thing i never realized. You're already 51 years old this year. My father, my old man. You're already this old?? And you still working very hard every day. Through day and night.
When i wake up in the morning, you're already gone to work. When i get home every day, late night, seldom i see you already at home. Now, i see a great guy in front of me. My father, and this year you'll be 51 years old. What can i do?? I even can only crying when i write this. Even now i'm working, i still feel that i do nothing to you. Even when every late night i helped you to send things, i still feel that isn't enough. What can this useless man do for you?? How do i make you happy, my old man?? I know that me, your little boy, can't even make you proud because of what i do 'till now. I missed your gentle hug and your encouraging words, although we always meet everyday.
Can i only say thanks for what u've done to me 'till now?? For how you made me become this kind of person?? For all i learned from you??
Father, apap, my old man, this words means nothin', but i'll do my best for you. As soon as posssible, i do not want you to work again. No more. I want you to just enjoying your time as my old man. As someone i always proud of. As my great mentor. I'll work harder for you. Think harder for you. Laugh louder with you. And we can spending our time mucher than before. So u'll be happy because of me. And of course proud of me 4 all i'll do to you.
Don't know what to say anymore... U are U, my old man. But now, i just can say that i proud of you and i love you so much.
Your useless son, ahan.
